Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Wednesday, 23 August 2017

Liberalisasi Rokok Putih Terhadap Rokok Kretek

Zaman sekarang ini, rokok bukanlah suatu hal yang tabu atau asing lagi bagi kita, sebagian masyarakat Indonesia khususnya perokok beranggapan bahwa merokok adalah kebutuhan yang tidak bisa dihilangkan dari diri mereka dan mereka beranggapan bahwa jika tidak merokok maka mereka merasa pusing dan kurang bergairah. Melihat dari tahun ke tahun bahwa jumlah perokok di Indonesia semakin meningkat dan jumlah perokok di Indonesia merupakan jumlah perokok nomor satu di dunia. Dikutip sdari makassar.tribunnews.com bahwa hasil dari data The Tabacco Atlas tahun 2015 yang menunjukkan bahwa sebanyak 66 persen penduduk di Indonesia perokok, mengalahkan negara-negara lainnya, seperti Rusia dengan 60 persen jumlah perokoknya pada peringkat keduadisusul oleh Cina sebanyak 53 persen pada peringkat ketiga, Filipina sebanyak 48 persen pada peringkat keempat, Thailand sebanyak 46 persen pada peringkat kelima, Vietnam sebanyak 47 persen pada peringkat keenam, Malaysia 44 persen pada peringkat  ketujuh, India sebanyak 24 persen pada peringkat kedelapan, dan Brazil sebanyak 22 persen pada peringkat kesembilan. Menurut data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan jumlah perokok dari 27 persen pada tahun 1995 meningkat menjadi 36,3 persen pada tahun 2013, dengan kata lain jika 21 tahun yang lalu dari setiap tiga orang Indonesia satu orang diantaranya, maka dewasa sekarang ini dari setiap tiga orang Indonesia dua diantarainya adalah perokok. Hal ini mengindikasikan bahwa perokok di Indonesia terus meningkat dan diperkirakan jumlah perokok di Indonesia lebih dari 90 juta orang.
Dampak yang diberikan rokok pada tubuh kita antara lain:
Otak, merokok bisa meningkatkan risiko terkena stroke sebesar 50 persen. Hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian. Merokok juga dapat meningkatkan risiko mengalami aneurisma otak. Aneurisma otak adalah pembengkakan pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding pembuluh darah. Sewaktu-waktu bisa pecah dan mengakibatkan pendarahan di otak.

Mulut dan Tenggorokanbau mulut dan gigi bernoda merupakan efek yang akan timbul akibat merokok. Penyakit gusi dan kerusakan indera perasa pun dapat timbul. Masalah serius yang akan hinggap pada mulut dan tenggorokan adalah meningkatnya risiko kanker pada lidah, tenggorokan, bibir, dan pita suara.

Paru-Paru, salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia pada rokok berpotensi merusak sel-sel pada paru-paru yang bisa membentuk sel kanker. Penyakit serius lainnya yang bisa Anda alami adalah bronkitis, pneumonia, dan emfisema.

Lambung, merokok bisa melemahkan otot yang mengontrol bagian bawah kerongkongan Anda. Hal tersebut memungkinkan asam dari lambung bergerak ke arah yang salah, yaitu ke kerongkongan. Kondisi tersebut dinamakan penyakit asam lambung. Beberapa risiko penyakit yang akan dihadapi oleh seorang perokok adalah ulkus atau tukak dan kanker lambung.

Tulangracun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara menghentikan kerja sel-sel konstruksi. Oleh sebab itu, perokok lebih berisiko mengalami tulang rapuh atau osteoporosis. Racun rokok juga bisa mengganggu keseimbangan hormon-hormon yang bertugas menjaga tulang tetap kuat, seperti hormon estrogen.

Kulit, perokok akan terlihat lebih tua ketimbang yang bukan perokok karena kurangnya asupan oksigen ke kulit. Penuaan dini akan dirasakan, seperti kemunculan kerutan di sekitar mata dan mulut. Racun rokok juga bisa menyebabkan selulit pada kulit.

Organ Reproduksi, merokok bisa mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda. Pada pria, merokok bisa menyebabkan impotensi, mengurangi produksi sperma, dan kanker testis. Sementara pada wanita, merokok dapat mengurangi kesuburan. Selain itu, risiko terkena kanker serviks pun lebih tinggi karena rokok mengurangi kemampuan alami tubuh dalam melawan infeksi human papillomavirus atau HPV.
Melihat dampak yang ditimbulkan oleh bukan berarti semua jenis rokok berbahaya bagi tubuh. Adakalanya perokok mengurangi jumlah konsumsi rokoknya setiap hari guna mengurangi dampak yang ditimbulkan bagi tubuh mereka. Selain itu, membuat jadwal merokok juga bisa dilakukan perokok guna mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Ada dua jenis rokok yang dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya, rokok kretek dan rokok filter. Rokok kretek merupakan rokok asli dari Indonesia yang menggunakan daun tembakau alami yang dikeringkan dan menggunakan saus cengkeh yang kesemuanya menggunakan bahan alami sedangkan rokok filter atau biasa disebut rokok putih merupakan rokok yang menggunakan bahan utama tembakau tanpa campuran cengkeh dengan menggunakan bahan campuran dan menggunakan filter pada ujung batang rokoknya. Meskipun berbeda bahan, namun pandangan masyarakat pada kedua jenis rokok ini sama-sama dipandang negatif dan belum melihat apa-apa saja kandungan yang terdapat di dalam masing-masing rokok.
Melihat dari kandungan yang terdapat di dalamnya, rokok kretek memiliki kandungan berupa tembakau dan cengkehdimana tembakau ini sedangkan pada rokok filter memiliki kandungan berupa Acetone (penghapus cat), Hydrogen Cyanide (racun untuk tikus dan hewan pengerat sejenisnya),Chromium ( Napthylamedine (bola-bola pewangi)Ammonia(pembersih lantai), Methanol (bahan bakar roket), Urethane(zat pada air seni/kencing)Toluene (pelarut industri), Pyrene (bahan penyebab kanker)Arsenic (racun semut putih), Dimethyinitrosamine (sejenis zat kanker)Dibenzacridine (sejenis zat kanker)Napthalene (kapur barus), Butane (bahan bakar korek api), Cadmium (aki mobil), Polonium -210 (sejenis radioaktif yang digunakan oleh mata-mata Rusia)Carbone Monoxide (asap knalpot), BenzopyreneVinyl Chloride (bahan plastik PVC).Berdasarkan kandungan yang terdapat dalam masing-masing rokok bisa terlihat bahwa kandungan yang terdapat pada rokok filter lebih berbahaya dibanding rokok kretek karena kadungan pada rokok filter lebih berbahaya dikonsumsi dalam tubuh dibanding dengan rokok kretek. Di dalam rokok kretek memiliki manfaat sebagai obat kanker yag dimana rokok kretek ini menghasilkan protein anti-kanker yang berguna bagi penderita kanker, selain itu juga merangsang sel tunas (Stem Cell) untuk menstimulasi penggandaan sel yang berfungsi untuk memulihkan jaringan fungsi tubuh yang rusak dengan kadar penggunaan yang sesuai.
Berbicara soal rokok kretek, rokok kretek tercipta dari seorang tangan kreatif bernama Haji Djamari yang terletak di daerah Kudus, Jawa Tengah pada abad ke-19 Masehi, rokok kretek bermula ketika Haji Djamari mengalam sakit di bagian dadanya, kemudian dia mengoleskan minyak cengkeh ke dadanya, setelah dia mengoleskan minyak cengkeh ke dadanya, sakitnya pun reda. Setelah kejadian tersebut, Haji Djamari lantas mendapat ide untuk bereksperimen dengan meracik cengkeh dan mencampurnya dengan daun tembakau untuk dilinting menjadi sebuah batangan kecil yang dahulunya bernama “Neroko” dari bahasa Jawa yang berarti “Rokok”Djamari pun rutin melinting neroko kemudian menghisapnya, rasa sakit yang dialami Djamari semakin berkurang. Kabar tentang Djamari menyembuhkan penyakit di dadanya lewat rokok tersebut tersebar cepat ke masyarakat sekitar dan permintaan akan “obat rokok” terus mengalir dan Djamari melayani banyak permintaan dari rokok obat ini. Lantaran rokok obat inimengeluarkan suara khas yaitu ”kretek-kretek” ketika terbakar, maka sebutan rokok obat milik Djamari ini dikenal dengan sebutan “rokok kretek” yang pada awal pembuatannya menggunakan klobot atau daun jagung kering. Sejak saat itulah, rokok kretek ini menjadi trend di tengah kalangan masyarakat pada saat itu karena khasiatnya.
Sepuluh tahun kemudian, penemuan rokok kretek Djamari ini membuat seorang pengusaha bernama Nitisemito terpikat untuk membuat sebuah perusahaan industri rokok kretek dan atas peristiwa inilah Nitisemito menjadi perintis industri rokok kretek. Pada tahun 1906 dimulai bisnis rokok kretek ini dan barulah pada 1908 usaha rokok kretek Nitisemito resmi terdaftar dengan label merek bernama “Tjap Bal Tiga” dan disinilah langkah Nitisemito menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia. Tjap Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus dan setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun  pabrik besar di atas lahan 6 hektar di Desa Jati. Pada saat itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan 7 pabrik rokok kecil (gurem).Berdasarkan teori dari Supply Chain Management, proses pasokan dari Tjap Bal Tiga terbilang sukses karena produknya diproduksi sebanyak 10 juta batang per hari pada tahun 1983 yang pasar produknya mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan sampai ke Belanda. Selain itu, dalam menyuplai barangnya, Nitisemito meyewa pesawat Fokker untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta.
Namun seiring berjalannya waktu, rokok kretek semakin ditinggalkan karena adanya ekspansi perusahaan-perusahaan rokok non-kretek dari luar dengan menggunakan iklan yang begitu memikat serta melalui politik perdagangannya melalui World Trade Organization (WTO) memaksa Indonesia untuk meimpor tembakau dari negara lain dan menekan ekspor tembakau dari Indonesia dan bisa dikatakan gaya hidup merokok Indonesia diubah yang semulanya menghisap rokok kretek menjadi menghisap rokok putih yang diimpor dari luar negeri. Dengan adanya iklan yang beredar di masyarakat tentang rokok putih serta pergencatan pemasaran sehingga pemikiran masyarakat yang terbangun adalah jika menghisap rokok putih akan terlihat kekinian dan menunjukkan kelas sosial yang tinggi dan memandang rendah orang-rang yang menghisap rokok kretek sebagai orang bawahan  dan tidak kekinian. Dengan dilakukannya privatisasi perusahaan rokok dari luar negeri ke Indonesia dengan memberikan keuntungan bagi perekonomian Indonesia namun sebagai gantinya rokok kretek dikurangi.
Media juga juga berperan besar dalam menaikkan pamor rokok putih. Dilansir dari beberapa sumber, sebuah perusahaan rokok putih di Indoensia dapat memasang iklan di sebuah stasiun televisi dengan biaya hingga miliaran rupiah per bulannya. Ini mengindikasikan bahwa kuatnya perusahaan rokok putih di media melainkan rokok kretek dan disinilah salah satu cara perusahaan rokok putih melakukan hegemoninya terhadap masyarakat sehingga masyarakat tergiur untuk mengonsumsi rokok putih dibandingkan rokok kretek.
Dengan melihat kondisi di atas maka pemerintah harus mengambil langkah dalam mengangkat kembali pamor rokok kretek di kalangan Indonesia dengan melihat khasiat yang didapatkan dari rokok kretek. Selain itu, rokok kretek juga merupakan salah satu warisan budaya milik bangsa Indonesia yang patut dijaga, meskipun rokok kretek juga memiliki dampak namun dampak yang ditimbulkan oleh rokok kretek lebih sedikit dibandingkan dengan rokok putih.

Ketika Bung Karno Memboikot Israel

Dalam beberapa hari terakhir, dunia kini sedang menyaksikan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina. Sebab, tentara Israel menutup kompleks Masjid Al-Aqsha dan melarang umat Islam Palestina melaksanakan shalat di dalamnya. Bahkan, bentrokan terjadi karena tentara Israel juga mengusir umat Islam yang menggelar shalat di jalan dan pintu masuk kompleks Masjid Al-Aqsha.

Meski begitu, penutupan tersebut tidak dapat mematahkan semangat para pejuang Palestina yang sejak lama siap mati syahid. Alasan itu yang membuat Presiden pertama RI, Sukarno selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas, dikenal sangat gigih membela perjuangan rakyat Palestina.

Pada 1962, ketika di Jakarta diselenggarakan Asian Games ia menolak kehadiran kontingen Israel. Jakarta terpaksa harus menghadapi konsekuensi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menarik diri sebagai pelindung AG IV. Bahkan, IOC melarang benderanya dikibarkan di Jakarta. Puncaknya, Indonesia keluar IOC. Setahun kemudian, Indonesia menyelenggarakan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) di Jakarta, yang sukses besar dan dihadiri 48 negara.

Sebelumnya (1957), ketika Indonesia lolos di zona Asia dan tinggal menghadapi Israel untuk ikut ke Piala Dunia, Indonesia menolak untuk main di Jakarta atau di Tel Aviv. Indonesia hanya mau bermain di tempat netral, tanpa lagu kebangsaan. Tapi persatuan sepak bola dunia (FIFA) menolak usul RI. Akibatnya Indonesia terhambat ke Piala Dunia. 

Ketika Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1964, salah satu alasan Bung Karno adalah, “Dengan menguntungkan Israel dan merugikan negara Arab (termasuk Palestina), PBB nyata-nyata menguntungkan imperialisme dan merugikan kemerdekaan bangsa-bangsa.” Bung Karno yang menuduh PBB merupakan kepanjangan tangan AS dan sekutunya, menamakan PBB lebih jelek dari mimbar omong kosong.

Apa yang dikemukakan presiden pertama RI puluhan tahun lalu kini jadi kenyataan. Ketika terjadi agresi Israel ke Palestina, PBB hanya menyerukan agar Israel menarik diri dari Palestina. Dan ketika seruan ini tidak digubris Israel, PBB bungkam seribu bahasa. Tapi, badan dunia ini bukan saja memberikan dukungan kepada AS untuk menyerang Irak, malah melakukan embargo ekonomi dan perdagangan terhadap Irak sejak 1991. Tanpa mempedulikan akibat embargonya ini, ratusan ribu warga Irak termasuk anak-anak meninggal dunia akibat kekurangan gizi. Seperti juga di Irak, PBB tidak peduli ketika pasukan-pasukan AS atas restunya menyerang Afghanistan, banyak warga sipil tidak berdosa yang jadi korban.

Selain Israel, sekutu dekatnya Amerika Serikat juga gencar memerangi teroris. Mereka tidak segan-segan menghukum negara-negara yang tidak disenanginya. Bung Karno sendiri telah mengkonstatasi adanya ancaman semacam ini. “Kaum imperialis,” kata Bung Karno, “paling suka menyebut dirinya ‘beradab’. Mereka paling suka menganggap kita-kita ini ‘biadab’, sehingga mereka harus datang dengan pasukan-pasukannya untuk mengajarkan ‘peradaban’ kepada kita. Dalam mengajarkan ‘peradabatan’ kepada kita, mereka tidak sayang harta dan tidak sayang benda."

"Dan jika kita ‘membandel’ maka dibomnya kita: di bomnya Maluku, Kamboja, Laos, dan Kuba. Pada saat ini, rupanya yang paling ‘membandel’ bangsa Vietnam. Sehingga bangsa ini setiap hari, setiap menit, dan setiap detik dihujani bom oleh pembawa ‘misi suci’ dari Washington. Kalau ‘misi suci’ itu gagal total, sudah tentu yang salah, katanya, ya kaum ‘biadab’ itu.” 

Menurut Bung Karno, “Kaum imperialis tidak akan pernah memperkenankan kemerdekaan tipe Sukarno, Norodom Sihanouk (Kamboja), Mao Tse Tung (RRC), Boumedienne (Aljazair), Jamal Abdel Nasser (Mesir), dan Nkrumah (Ghana).” 

"Mereka hanya ‘merestui kemerdekaan’ orang-orang yang bisa diatur dan mau menjadi anteknya. Apa yang dinyatakan Bung Karno itu, setidak-tidaknya terlihat dari upaya AS dan Inggris untuk menjatuhkan Presiden Saddam Hussein."

Tidak peduli rakyat Irak masih menyenanginya. Bahkan, Presiden Bush menyebut Iran, Irak, dan Korea Utara karena tidak mau tunduk dengan AS, sebagai poros kejahatan yang harus diperangi. Mengenai politik ‘persetan dengan bantuan Amerika Serikat’ (go to hell with your aid), yang sering dikumandangkan Bung Karno, seperti yang dijelaskannya sendiri, bukan berarti Indonesia menolak bantuan AS. Tapi ia tidak mau kalau bantuan itu disertai syarat-syarat hingga AS dapat mendikte Indonesia. Apa yang dikemukakan Bung Karno itu, kini jadi kenyataan.

Ketika Israel saat ini menyerang Palestina secara brutal, banyak negara Arab bungkam. Paling-paling hanya mengutuk, karena mereka tahu siapa yang berada di belakang negara ini. Hingga tidak heran, kalau demo-demo anti Israel juga ditujukan ke kedubes-kedubes Arab di Jakarta meminta agar mereka juga membantu perjuangan saudaranya, rakyat Palestina.

(Dilansir Dari Beberapa Sumber)

Menuju 100 Tahun Indonesia dalam Hal Pendidikan

Indonesia sudah berumurkurang lebih 72 tahun 6 hari, banyak tantangan dan rintangan yang sudah dilewati oleh negeri kita tercinta, mulai dari penjajahan, perumusan proklamasi kemerdekaan yang dimana kita memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, hingga pergantian presiden sudah ke-8 kalinya namun pembenahan di negeri ini masih belum selesai mengingat Indonesia sudah mendekati 100 tahun kemerdekaannya, mulai dari sistemnya hingga orang-orang yang menjalankan sistem tersebut. 

Melihat dari pertumbuhan penduduk bahwa melihat jumlah penduduk Indonesia terus bertambah setiap tahunnya dengan melihat dari sensus penduduk dari tahun 2000 sampai 2015 belum lagi tingkat pengguna kendaraan mesin roda dua dan roda empat yang terus bertambah, salah satu penyebab meningkatnya jumlah penduduk adalah angka kelahiran yang semakin meningkat dan permintaan akan pengguna kendaraan mesin roda dua dan roda empat yang terus meningkat dan diprediksikan jika setiap tahunnya penduduk Indonesia terus bertambah maka pada tahun 2035 jumlah penduduk Indonesia akan mencapa 350 juta jiwa. Belum lagi jumlah pengguna kendaraan bermotor yang semakin meningkat tiap tahunnya dan jangan heran ketika hampir setiap kota di Indonesia mengalami kemacetan di waktu tertentu dan bukan tidak mungkin tingkat kemacetan di Indonesia akan meningkat setiap tahun.

           Dari tahun ke tahun masalah yang dihadapi Indonesia terus membesar mulai dari penebangan hutan dan pohon yang dijadikan lahan bisnis para investor besar, tingkat kemiskinan yang masih tinggi, korupsi yang merajalela yang disebabkan pejabat yang tidak bertanggung jawab menggunakan uang negara secara pribadi, serta sistem pendidikan kita yang semakin menimbulkan keresahan. Semua masalah yang dihadapi Indonesia saat ini disebabkan karena implementasi dari Pancasila dan UUD 1945 kurang dan banyak rakyat Indonesia belum memahami sepenuhnya isi dari Pancasila dan UUD 1945.Meilhat semua masalah yang ada, salah satu yang harus diperbaiki saat ini adalah pendidikan. Seperti yang diketahui bahwa hakikat pendidikan dalam pembukaan UUD 1945 alinea-IV bahwa pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan bangsa selain itu pada UUD 1945 pada Pasal 31 juga membahas tentang pendidikan dimana ayatnya sebagai berikut: 

     (1)  Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.
     (2) Setiap warga wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
     (3)  Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.
     (4)  Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggara pendidikan nasional. 
     (5)  Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.

Dalam UUD 1945, pendidikan diarahkan bagi seluruh rakyat dengan perhatian utama pada rakyat yang kurang mampu agar dapat juga mengembangkan moral yang lebih baik yang menjadi generasi penerus bangsa. Jika ketentuan  UUD 1945 dicermati maka mengikuti pendidikan adalah hak asasi bagi setiap warga Indonesia dan itu merupakan kewajiban. Menghalangi dan melarang anak Indonesia untuk bersekolah adalah perbuatan yang melanggar hukum tertinggi.

Namun pada kenyataannya setiap ayat dalam pasal 31 belum sepenuhnya tercapai, dari ayat (1) berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan” bisa diartikan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan baik itu dari kalangan atas maupun kalangan bawah tapi pada kenyataannya hanya kalangan atas saja yang bisa menikmati pendidikan sedangkan kalangan bawah tidak bisa karena terkendala biaya, pada ayat (2) berbunyi “Setiap warga wajib mengikut pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya” menjelaskan bahwa seluruh rakyat Indonesia berhak mengikuti jenjang pendidikan dan pemrintah wajib menaggungnya namun realitas yang terjadi pada beberapa Pendidikan Dasar menetapkan biaya SPP per bulan atau per semester, adapun beberapa Pendidikan Dasar yang menetapkan biaya gratis namun untuk perlengkapan alat tulis dan seragam tidak disediakan oleh pihak pemerintah, pada ayat (3) berbunyi “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang” menjelaskan bahwa selain pengetahuan terkait bidang yang diajarkan, para tenaga pendidik juga mengajarkan tentang keimanan dan akhlak mulia agar pengetahuan yang didapatkan bisa diimplementasikan sesuai dengan apa yang didapatkan dan jujur dalam penyampaian pengetahuannya namun realitasnya pendidikan diajarkan hanya mata pelajaran atau mata kuliah yang terkait bidangnya masing-masing dan minim pembelajaran tentang akhlak mulia, ketakwaan, dan keimanan sehingga para peserta didik meskipun punya pengetahuan yang luas tapi akhlaknya buruk, dan pada ayat (5) berbunyi “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia” menjelaskan bahwa segala ilmu pengetahuan dengan berprinsip tetap memegang teguh nilai agama dan nasionalisme untuk keesejahteraan rakyat dan memajukan peradaban namun realitasnya para pelajar disekolahkan bukan karena ingin mengembangkan potensi yang dimiliki tetapi disiapkan untuk bekerja di perusahaan dan lainnya menjadi pengangguran.

Agar dapat meminimalisir masalah yang terjadi maka diperlukan pemahaman tentang pada tiap instansi pendidikan, misalnya Kemendikbud melakukan sosialisasi Pancasila dan UUD 1945 ke sekolah-sekolah atau perguruan tinggi khususnya pendidikan baik ke peserta didik maupun tenaga pendidik minimal sekali setiap tahun ajaran baru. Selain itu, implementasi dari tiap ayat harus diperbaiki dan dikembangkan demi mencapai tujuan pendidikan dalam Pancasila dan UUD 1945 dalam pasal 31.

One Sea (Chapter 4)



Keesokan harinya, setelah menyelamatkan pulau Bongkabatu dari cengkeraman AUL yang tidak bertanggung jawab, sambil bercengkrama di pinggir pantai, Gatori pun mengajak Laba untuk berlayar, “Hee?? Apa kau tidak bercanda?? Mana mungkin aku akan meninggalkan pulau ini, disini aku dilahirkan dan besar bersama orangtuaku” kata Laba, “Tapi kemana orangtuamu??” tanya Gatori, “Itu karena ulah dari AUL, mereka mengorbankan ayah dan ibuku demi sebuah kepentingan dan sampai saat ini aku masih membenci mereka tapi setelah aku bertemu denganmu aku jadi sadar kalau semua AUL itu tidak lah busuk seperti Kamga, aku mau ikut denganmu untuk menegakkan keadilan di dunia ini tapi tidak dengan di AUL, apa kau setuju??” kata Laba, “Aku masih sampai sekarang sebagai anggota AUL tapi mungkin sejak kejadian aku bertemu dengan kelompok Topi Jerami dan aku tidak berhasil menangkapnya aku...” perkataan Gatori terpotong oleh kedatangan seseorang yang membawa koran pagi, “Untung anda disini, tuan Laba, ada hal yang ingin saya sampaikan, terkait anda dan Gatori” orang itu memperlihatkan sebuah halaman yang memasang wajah seorang panglima AUL yang “katanya” telah menghentikan kejahatan Kamga di pulau Bongkabatu, “Woee!! Apa ini?? Kenapa mereka seolah-olah yang mengalahkan Kamga?? Ada apa dengan AUL?? Ada apa dengan orang-orang di dalamnya?? Seolah-olah mereka yang selalu ‘benar’, aku sudah menganggap mereka semua adalah pahlawan tapi yang sebenarnya mereka adalah seorang ‘pencuri kebenaran’, aku yang selama ini mempercayai mereka ternyata mereka...” Laba langsung menenangkan Gatori yang ingin menangis, “Memang kebenaran tidak semudah yang kita kira, semuanya butuh perjuangan untuk menegakkan kebenaran yang hakiki, kalau kau mau kita akan membawa atas nama kebenaran hakiki dengan berlayar ke laut juga” kata Laba dengan semangat tinggi sambil menunjuk ke laut dengan tangan terbuka, “Kebenaran... hakiki??” kata Gatori dengan mata berkaca-kaca karena air mata penyesalan, “Betul, bagaimana jika kita bergabung saja dengan Tantar[1]” kata Laba, “Tantar?? Pasukan keamanan yang gagal itu?? Aku pernah dengar cerita Tantar itu sempat bubar karena diserang bajak laut tidak dikenal dan pemerintah dunia mengangga Tantar sebagai aib bagi keamanan dunia sehingga pasukan Tantar dibubarkan secara tidak hormat” kata Gatori dengan melihat ke arah laut, “Aku juga pernah dengar kabar itu tapi beberapa minggu yang lalu aku mendengar Tantar kembali didirikan tapi mereka melakukan perekrutan secara diam-diam, mereka pernah singgah di pulau ini tapi mereka diusir masyarakat sekitar, aku sempat membujuk masyarakat tapi mereka tidak mau mendengar perkataanku, aku percaya mereka punya hati yang tulus untuk melindungi dunia ini, karena tujuan mereka satu, yaitu menyatukan semua laut yang terpisah menjadi satu” cerita Laba, mendengar cerita itu Gatori menjadi menggebu-gebu ingin bertemu dengan pasukan Tantar itu. “Para Tantar itu berada di sebuah pulau kecil yang dimana tidak satupun ingin menginjakkan kakinya karena pulau tersebut merupakan pulau yang dihuni oleh orang-orang buangan dari seluruh pulau, pulau itu bernama pulau Samp[2]” Laba menjelaskan keberadaan para Tantar tersebut, “Yaah kalau begitu mari kita cari kapal untuk menuju pulau sampah!!” seru Gatori dengan bersemangat, “Yang benar Samp!!” Laba membenarkan ucaoan Gatori sambil menampar kepala Gatori. Mereka berduapun ke kota untuk mencari sebuah kapal sekoci yang tidak terpakai namun mereka tidak mendapatkan satupun kapal sekoci, “Uwahh seluruh pulau tidak ada kapal bekas yang bisa kita perbaiki dan gunakan, kita harus bagaimana, Laba??” kata Gatori yang sedikit putus asa mencari kapal, “Heehh... heehh... aku juga tidak tahu, bagaimana kalau kita buat kapal sendiri saja, bagaimana, Gatori??” tanya Laba, “Aku setuju, aku juga punya sedikit keahlian dalam merakit kapal walaupun hasilnya buruk tapi setidaknya kita bisa sampai ke pulau para Tantar itu” kata Gatori dan mulai melihat-lihat apa yang bisa digunakan untuk dirakit menjadi sebuah kapal, mereka mengumpulkan satu per satu bahan yag bisa digunakan untuk dirakit menjadi sebuah kapal kecil, mulai dari bahan seperti bekas kayu bangunan rumah, kain raksasa, gabus-gabus berbentuk seperti batu bata hingga bebatuan karena di pulau itu bahan dasar kayu sangatlah sedikit, setelah kurang lebih 3 jam membuat akhirnya kapalnya selesai, “Heeehh.. capek juga yaa merakit kapal” kata Gatori kelelahan, “Iya betul, kita susah payah membuatnya tapi kenapa bentuknya seperti seludang[3] begini??” tanya Laba, “Yaahh soalnya aku hanya tahu bentuk kapal seperti ini dan aku tidak tahu membuat model yang besar, setidaknya ini bisa mengapung dilaut hahahaha” jawab Gatori sambil tertawa, “Aku tidak yakin kapal ini akan bertahan, mengapung saja aku tidak yakin apalagi berlayar” kata Laba dalam hati sambil tertunduk lesu, mereka berdua mendorong kapal rakitan mereka ke laut dan membiarkan kapal itu diam di pinggir laut untuk mengetes apakah kapalnya tidak tenggelam atau tidak dan setelah menunggu selama 5 menit kapal itu tidak tenggelam dan mereka pun mencoba naik ke atas kapal tersebut dan berhasil memuat mereka berdua dengan seimbang, “Yaahh kita lepas tali layarnya dan berlayar menuju pulau Samp!!” kata Gatori sambil membantu Laba melepaskan tali layarnya dan kapal mereka mulai terbawa arus laut dan layar kapalnya tertiup angin.

Laut begitu tenang diiringi dengan hembusan angin yang siapa saja merasakannya tertidur dengan pulas, Gatori dan Laba sangat menikmati perjalanan pertama mereka bersama mengarungi lautan, “Anginnya enak sekali, betul Gatori??” kata Laba, “Yaahh betul sekali, Laba” jawab Gatori, mereka terbawa suasana hening nan sejuk lautan hingga mereka tertidur, disaat mereka sedang tertidur pulas, ada sesosok bayangan besar yang berenang di bawah kapal mereka dan bayangan besar itu sedikit menggoyangkan kapal mereka, “Huaaa... ada apa ini?? Kenapa tiba-tiba serasa gempa??” Gatori terbangun dan melihat ke bawa laut, “Hiyaaa!!! Apa itu, besar sekali!! (membangunkan Laba) Laba, Laba bangun, sepertinya sesuatu membuntuti kita dari bawah” kata Gatori sambil membangunkan Laba, “Huaaah... ada apa memang enak-enak begini dibangunkan (melihat kebawah laut) waaahhh... aa... aap... apa itu...” Laba yang baru bangun langsung ketakutan setelah melihat ke bawah laut, bayangan besar itupun langsung muncul tepat di depan kapal mereka, Uwaaahh unta laut!!” seru Laba, “Chh kita terhalang makhluk raksasa ini, mau tidak mau kita harus melawannya” kata Gatori dengan terpaksa, “Me... melawan?? Apa tidak lihat itu?? Dia besarnya bagaimana?? Kapal besar AUL saja bisa ditumbangkan dengan sekali kibas ekornya, aku pernah melihatnya menyerang armada kapal AUL yang tidak dilapisi garam laut hanya denga dua kali kibasan ekor unta laut ini” kata Laba dengan ketakutan, “Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya” Gatori melompat dari kapal dan menyerang unta laut tersebut, “Uwaa rasakan ini!! Pukulan Angin Tornado!!” Gatori mengarahkan pukulannya ke arah unta laut itu namun tidak mempan justru unta laut itu memukul balik Gatori dan Gatori terlempar, “Gatori!! Gawat jika tidak kutolong dia akan mati di dalam laut” Laba dengan sigap melontarkan jaringnya dan menolong Gatori, “Laba!! Lemparkan aku sekuat tenaga ke arah unta laut itu, aku akan menghajarnya dengan seranganku ini” kata Gatori dengan menatap tajam unta laut itu, “Baiklah jika itu maumu!!” Laba dengan sekuat tenaga melemparkan Gatori ke arah unta laut itu, “Rasakan!! Lontaran Jaring Laba-Laba, Rudal Angin!!” Gatori dengan posisi tegap dan membentuk dirinya seperti rudal dengan kecepatan tinggi dan menghantam keras unta laut itu, unta laut itu dengan sekuat tenaga menahan serangan Gatori namun kekuatan Gatori lebih unggul sehingga unta laut itu terlempar jauh ke depan, “Yaahh berhasil” Gatori yang perlahan jatuh ke kapal, “Kau tidak apa-apa, Gatori??” tanya Laba dengan merangkul Gatori, “Yaahh aku tidak apa, jika bukan karena bantuanmu kita tidak bisa mengalahkan raksasa itu bahkan mungkin kita akan mati karena tekanan air laut” kata Gatori dengan sedikit kelelahan, mereka kembali melanjutkan perjalanan.

Setelah beberapa jam mengarungi lautan, akhirnya pulau yang mereka ingin kunjungi terlihat, “Wahh pulaunya sudah terlihat Laba!!” seru Gatori, “Iya betul, sepertinya ada yang tidak beres dengan pulaunya, seperti terjadi peperangan atau semacam kebakaran besar” kata Laba, “Tunggu, aku akan mencoba meninjaunya” kata Gatori dengan melihat lurus ke arah pulau, “Caranya??” tanya Laba dengan kebingungan, “Lihat saja hihihihi” Gatori menutup matanya dan mulai “merasakan” keadaan pulau Samp, “Gatori?? Oee Gatori!! Kenapa tiba-tiba kau tertidur??” tanya Laba dengan membangunkan Gatori, “Gawat, jika tidak cepat-cepat bersandar di pulau maka banyak korban yang berjatuhan, aku harus beritahu Laba..” kata Gatori dengan was-was sambil membuka matanya, “Laba, kita harus sampai segera karena disana terjadi konflik yang melibatkan seisi pulau dan para Tantar juga berjuang disana dan bukan hanya itu, pulau Samp juga dipenuhi oleh busa yang sangat tebal sehingga aku tidak bisa melihat peperangannya secara rinci mungkin karena efek yang ditimbulkan oleh pulau itu sendiri” Gatori menjelaskan keadaan pulau Samp, “Iya memang begitu disana, busa yang kau lihat disana adalah ‘asap’ dari pulau itu, (terkejut) ehh ngomong-ngomong kenapa kau bisa melihat kondisi di pulau Samp?? Apa karena kekuatan anginmu??” respon Laba sambil menanyakan hal yang dilakukan Gatori tadi, “Yaahh itu adalah salah satu ciri khas kekuatanku, aku bisa merasakan keadaan di sekitarku dengan mengandalkan angin yang berhembus tapi kelemahannya aku tidak bisa melihattnya secara langsung, aku hanya bisa sebatas merasakan saja” Gatori menjelaskan kekuatan kutukan anginnya, “Yah sudahlah kalauu begitu ayo kita cepat-cepat merapat ke pulau Samp tapi anginnya pelan sekali” kata Laba dengan sedikit kepusingan, “Tenang saja, akan kubantu kapal ini cepat sampai ke pulau” Gatori mendekati layar kapal dan menghembuskan nafas sekuat tenaga namun hembusan yang dia buat membuat kapalnya terlalu kencang hingga kapalnya terbang, “Uwaaa!!! Apa yang kau lakukan Gatori!! Kita bisa mati tahu!!” kata Laba dengan kaget sambil berpegangan pada ujung kapal “Woohoo!! Dengan begini kita bisa sampai dengan cepat” seru Gatori dengan kegirangan, “Cepat memang cepat tapi kalau kita menabrak pulau habislah kita!! Uwaaa!!!” kata Laba sambil menangis ketakutan, tidak kurang dari 2 menit dari jarak pulau ke tempat mereka mulai terbang sekitar 10 km dengan kapal kecepatan penuh mendekati pulau dan mendarat dengan kapal mereka menabrak tebing pulau dan hancur.”Gatori kau hampir membunuhku!!” geram Laba pada Gatori, “Hahaha mana mungkin kita bisa mati hanya karena kita menabrak keras pulau, kita adalah manusia kutukan jadi tidak masalah kan??” jawab Gatori dengan santai, “Santai ya santai, aku memang kebal dengan tabrakan seperti itu tapi jika kita menabrak ‘garam laut’ tamatlah hidup kita” kata Laba sambil mengeluarkan air mata ketakutan, “Hoiii siapa disana!!” seseorang dari balik kabut busa meneriaki mereka, orang itupun langsung menembaki merkea berdua namun peluru yang tepat mengenai tubuh mereka tidak melukai sedikitpun dari mereka karena pengaruh kekuatan kutukan mereka, mereka langsung menerjang orang tersebut dan memukul balik orang itu, “Heh heh... bikin kaget saja” kata Gatori melihat orang itu pingsan karena pukulannya dan Laba, “Awas Gatori!!” Laba melihat ke atas ada serangan rudal, “Siapa kalian?? Berani beraninya memukul prajurit kami” tanya seorang yang menembakkan rudal pada mereka, “Justru kami yang ingin bertanya seperti itu pada kalian, kalian tiba-tiba menyerang kami, untung takdir kami masih selamat” kata Laba, “Hmm jadi begitu yaa” kata orang itu dan langsung menembakkan rudal lagi pada mereka dan langsung mengarah pada mereka, namun rudal itu menembus badan mereka, “Hmm mereka pengguna kekuatan kutukan ya??” orang itu langsung mengganti pelurunya dari peluru biasa dengan peluru khusus yang mirip peluru Panzerbuchse[4] dan mengarahkan kepada mereka, “Peluru apapun tidak masalah aku akan menangkisnya” kata Gatori dengan percaya diri, “Hmm percaya diri sekali kau bocah” kata orang itu dan mengarahkan sasarannya ke Gatori, “Terimalah tembakanku ini !!” orang itu menembakkan rudalnya ke Gatori, “Percuma sa...” tanpa selesai berbicara Gatori terkena telak oleh peluru itu, tubuh Gatori langsung hangus setelah terkena tembakan itu, “Gatori !!” seru Laba menghampiri Gatori, “Gatori, Gatori sadarlah, gawat dia mempunyai peluru khusus” kata Laba menatap Gatori yang terluka parah, “Hahaha pasti kau keheranan melihat tadi, itu adalah peluru Panzerbuchse, peluru yang didesain khusus untuk menyerang pengguna kekuatan kutukan seperti kalian, sekarang saatnya giliranmu” orang itu membidik ke arah Laba dan akan menembaki Laba, “Sial, apa perjalanan kita sampai disini, terbunuh sia-sia oleh seorang prajurit tidak dikenal” kata Laba dalam hati dengan pasrah sambil menutup matanya, orang itu pun langsung menembak ke arah Laba, sebuah sosok bayangan bergerak cepat melompati Laba dan langsung menghadapi rudal tersebut, “Siapa itu??” tanya Laba dalam hati keheranan, sosok bayangan itu langsung menyerang rudal itu dan tiba-tiba saja rudal itu terbelah dua dan meledak di sisi kana dan kiri Laba, sosok bayangan itu langsung menodongkan sebuah senjata ke arah penembak rudal tadi, “Ternyata sang pahlawan belati, apa yang kau lakukan disini?? Aku kira kau sudah terbunuh dalam peperangan tadi??” orang itu menyapa bayangan itu, “Hmm menurutmu aku ini takkan selamat dengan peperangan itu?? Kau salah besar karena aku masih hidup sampai sekarang karena tekadku” jawab orang yang satunya, “Betul sekali tapi kau seolah-olah mempunyai ribuan nyawa yang tidak satupun orang bisa mencabut nyawamu, Fauz Sharpi” kata orang itu dengan menyebut identitas orang yang membelah peluru rudalnya, “Betul sekali, jendral Bazoo Karim, kita berdua punya tekad yang sama, kau ingat” jawab Fauz Sharpi, “Hahaha impian itu aku sudah lupakan, aku hanya ingin jadi orang yang paling bebas di dunia ini, teman lama” kata Bazoo Karim, “Hmm sepertinya ‘bebas’ belum bisa terpisah darimu, sejak insiden itu kau masih belum bisa lupakan walaupun kau mempunyai luka yang hampir saja merenggut nyamamu, setidaknya kau juga punya ribuan nyawa, teman lama” kata Fauz Sharpi dengan memandang luka di dada Bazoo Karim seperti tersayat pedang raksasa yang kira-kira bekas sayatannya dari pundak sampai ujung paha, tatapan tajam dari mereka berdua yang seperti ingin membunuh satu sama lain terjadi.

Siapa mereka berdua?? Apa hubungannya mereka berdua dan perang apa yang sedang terjadi di pulau Samp??


BERSAMBUNG....


[1]Tantar, berasal dari bahasa Bugis,Tantara dalam bahasa Indonesia yang artinya tentara prajurit atau kesatuan alat negara yang terdiri atas orang-orang terlatih perang
[2]Samp, berasal dari kata Sampah yang artinya seesuatu yang dibuang karena tidak terpakai lagi, hina; berasal juga dari kata Sampo yang artinya sabun cair yang digunakan untuk mencuci rambut
[3]Seludang, sejenis sampan yang ujungnya berbentuk runcing
[4]Panzerbuchse, senjata anti tank yang dikembangkan tentara Jerman yang digunakan pada Perang Dunia II