Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Friday, 10 November 2017

Hari Pahlawan, Hanya Sebuah Seremonial Belaka ?

(Bung Tomo saat pidato di depan rakyat Surabaya. Sumber: wikipedia)


Kita telah memasuki bulan November, apa yang istimewa di bulan ini? Pada bulan November, tepatnya 10 November adalah waktu yang sangat bersejarah bagi masyarakat Indonesia. 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Mengapa demikian? Peristiwa apakah dibaliknya? Sedikit menengok ke masa lalu, pada tanggal 10 November 1945 merupakan hari pertama ketika rakyat indonesia memulai perang dengan tentara Inggris. 
Jadi, 10 November dijadikan untuk Hari Pahlawan untuk mengingatkan kita tentang perjuangan para pahlawan kita ketika merebut kembali NKRI dari agresi militer yang dilakukan Belanda dan Inggris.

Pada tanggal 10 November yangg bermula pada tanggal 27 Oktober 1945 ketika pertempuran antara arek-arek Surabaya melawan NICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie) dari Belanda. Awal peperangan ini dipicu oleh para tentara 6
Belanda yang dikomandani Mr. W.V. Ch. Ploegman yang mengibarkan bendera merah-putih-biru alias bendera Belanda di atas Hotel Yamato di Surabaya. Hal ini membuat masyarakat Surabaya geram atas tindakan yang dilakukan Belanda karena telah menghina kedaulatan NKRI. Atas tindakan Belanda yang membuat hina NKRI, para pemuda Surabaya bertindak tegas dan menyergap hotel Yamato dan memanjat atap hotel yang di atasnya berkibar bendera Belanda kemudian para pemuda Indonesia merobek warna biru sebagai bentuk perlawanan pada Belanda.



(Mobil yang ditumpangi Brigjen Mallaby yang dibakar oleh rakyat Surabaya. Sumber: wikipedia)


Pada tanggal 30 Oktober 1945 terjadi insiden pembakaran mobil yang ditumpang Brigadir Jendral A. W. S. Mallaby yang dilakukan para pejuang Surabaya saat hendak menyebarangi Jembatan Merah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan pada para tentara Inggris untuk mengusir mereka dari Surabaya. Pengganti dari Brigadir Jendral A. W. S. Mallaby, Mayor Jendral Marsbergh, mengeluarkan ultimatum kepada Indonesia yang berisi semua bala tentara Indonesia harus menyerahkan diri ke pihak Inggris sebagai tanda angkat tangan atau kata lain menyerah pada Inggris dan diberi batas waktu sampai pukul 06:00 tanggal 10 November 1945. Namun, para tentara Indonesia menolak ultimatum tersebut karena Indonesia telah resmi diproklamirkan dan alat keamanan negara pada saat itu telah dibentuk dan masih bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Pagi tanggal 10 November 1945 tentara Inggris melancarkan serangan dan mendapat perlawanan dari para tentara Indonesia. Tokoh-tokoh yang telibat pada saat itu, antara lain Bung Tomo yang menjadi salah satu penggerak para rakyat Surabaya yang dibantu para kyai seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah, serta para kyai lainnya yang mengarahkan para santri untuk melakukan perlawanan. Pertempuran antara tentara Inggris dengan rakyat Surabaya berlangsung selama kurang lebih 3 minggu. Sekitar 6,000-16,000 rakyat Surabaya yang gugur selama pertempuran itu dan juga sekitar 200,00,- rakyat sipil yang saat itu. Sementara itu, sekitar 600-2,000 tentara Inggris yang tewas. Sejak insiden itu, ditetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Nah, sebagai mahasiswa apa idealnya yang harus kita lakukan ? Pahlawan masa kini bukan lagi sekedar melindungi negara dari negara penjajah. Saat ini, masyarakat Indonesia lebih membutuhkan seorang "Pahlawan" yang mau membela ketidakadilan dan ketertindasan yang dialami masyarakat. Mengingat bahwa ada begitu banyak kasus yang menimpa masyarakat Indonesia, seperti reklamasi hingga pada perampasan tanah milik warga dan lain sebagainya. Peran Mahasiswa sebagai kaum intelektual harusnya mampu menghentikan ketidakadilan yang terjadi. Namun yang terjadi malah sebaliknya.
Faktanya, kebanyakan mahasiswa saat ini hanya mementingkan diri dan karirnya tanpa memperdulikan bagaimana keadaan sekitarnya.
Mari kita renungkan !

Thursday, 2 November 2017

Indonesia Bantai Timor Leste di Kualifikasi Piala Asia U-19

(Sumber: goal.co.id)



Indonesia berhasil meraih kemenangan kedua dalam fase kualifilasi Piala Asia U-19 grup F di Stadion Paju, Korea Selatan, Kamis (2/11) siang, setelah mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 5-0.


Di babak pertama, Timnas Indonesia tampil menekan dan beberapa kali mengancam gawang Timor Leste namun masih belum membuahkan hasil, skor 0-0 hingga babak pertama usai.


Di babak kedua, Indonesia tidak menurunkan tempo serangan, akhirnya pada menit ke-61 Indonesia berhasil memecah kebuntuan lewat sepakan keras luar kotak pinalti Saddil Ramdani yang memanfaatkan umpan M. Luthfi, skor 1-0 untuk Indonesia. Indonesia kembali menambah keunggulan 8 menit kemudian atau lebih tepatnya pada menit ke-69 lewat sepakan Hanis Saghara, skor 2-0. Pada 10 menit akhir sebelum pertandingan usai, Egy Maulan Vikri mencetak hattrick dengan masing-masing gol pada menit ke-83, 86, dan 90.


Dengan hasil ini, Indonesia kokoh di puncak klasemen grup F dengan poin 6 yang sebelumnya mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor yang sama. Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi lawan berat, Korea Selatan, pada Sabtu (4/11) siang nanti di Stadion Paju, Korea Selatan.

Thursday, 19 October 2017

Penerapan Six Sigma dalam Industri Jasa

Dunia industri yang semakin pesat berubah, telah memunculkan konsekuensi secara langsung pada peningkatan persaingan antar perusahaan. Sementara masyarakat konsumen mulai beralih menjadi masyarakat yang semakin kritis sehingga menimbulkan semakin tingginya tuntutan untuk mendapatkan produk atau jasa yang berkualitas.

Schnaars (1991) menyatakan bahwa pada dasarnya tujuan dari sebuah bisnis adalah menciptakan para pelanggan yang puas. Komitmen akan kualitas jasa yang berorientasi pada pelanggan merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang keberhasilan suatu bisnis, terutama pada industri jasa. Hal ini disebabkan kualitas jasa sangat tergantung dari siapa dan bagaimana jasa tersebut diberikan. Karena keberhasikan dari suatu industri jasa sangat tergantung dari penilaian konsumen, maka merupakan hal yang sangat penting untuk memperhatikan kepuasan dari konsumen.


Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah Six Sigma. Six Sigma adalah suatu alat manajemen yang terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perushaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya. Six sigma juga disebut sistem komprehensif (maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat untuk mencapai dan mendukung efektivitas bisnis). Six sigma disebut sebagai strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.


Carl Frederick Gauss (1777-1885) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewart pada tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalan sebuah proses.



Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola's Goverment Electronics Group (GEC) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tersebut, GEC mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis, produk didesain dan diproduksi elbih cepat dengan biaya yang lebih murah. Metode tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul "The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola", Dr. Mike Harri kemudian dibantu oleh Richard Shroeder, mantan eksekutif Motorola, menyusun suatu konsep perubahan manajemen (change management) yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yang sederhana dan kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis yang dikenal dengan nama Six Sigma.


Banyak usaha telah dirumuskan para pakar manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar dapat didesain, dikendalikan, dan dikelola sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual, Lean Six Sigma dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa karena yang ditekankan dalam penerapan Lean Six Sigma adalah perbaikan sistem kualitas melalui menghilangkan setiap pemborosan (waste) yang ada dalam proses agar meningkatkan nilai tambah dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari desain dan perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan pengembangan sistem kualitas.





Sumber:
http://immajfeuh.org/implementation-of-six-sigma-in-service-industry/

Tuesday, 17 October 2017

Soundtrack Baru One Piece

Assalamu Alaikum wr. wb.
Hai Oploverz



(Sampul One Piece spesial 1 jam. Sumber: lepasjenuh.com)


Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang soundtrack terbaru One Piece.


Pada awal Oktober, One Piece telah merilis soundtrack terbaru mereka yang ke-20, yaitu Hope yang dinyanyikan oleh Namie Amuro. Sebelumnya, Namie Amuro juga telah mengisi soundtrack One Piece ke-14 yang berjudul Fight Together. Pada soundtrack terbaru ini muncul bertepatan dengan One Piece spesial 1 jam pada tanggal 2 Oktober 2017 dimana Sanji bertarung dengan Luffy. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang berharap mampu bertemu kembali dengan sahabatnya.


Bagi yang penasaran dengan soundtrack nya atau atau ingin mengunduh versi panjangnya, silahkan klik di sini.


Itulah informasi tentang soundtrack terbaru One Piece, silahkan tinggalkan komentar kalian mengenai lagu ini.


Terima kasih.


Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Migatte no Gokui, Kekuatan Baru Goku

Assalamualaikum wr. wb.
Hai DB Lovers

(Migatte no Gokui. Sumber: devianart.com)



Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan informasi tentang kekuatan baru dari Son Goku, yaitu Insting Ultra atau dalam bahasa Jepangnya Migatte no Gokui (身勝手の極意).


Sedikit flashback pada episode spesial Dragon Ball Super 1 jam, pertarungan sengit antara Goku melawan Jiren akhirnya mulai. Sudah banyak dari para penggemar Dragon Ball tidak sabar dengan pertarungan ini karena selama mulainya Turnamen Kekuatan Jiren belum pernah bertarung serius, dia pernah diserang salah satu petarung dari Alam Semesta 4 namun bisa diatasi Jiren hanya dengan "angin" dari pukulannya. Pada episode 109-110 di serial Dragon Ball Super, sejak awal pertarungan antara Goku dan Jiren sudah terjadi. Goku awalnya langsung menyerang Jiren dengan serangan Kamehame nya, namun bisa ditepis oleh Jiren hanya dengan "udara" dari Ki nya, selanjutnya Goku berubah menjadi Super Saiya 1 dan 2 namun Jiren dengan mudahnya menahan serangan Goku hanya dengan berdiri di tempat saja. Kemudian Goku berubah menjadi Super Saiya God yang pertama muncul pada awal serial Dragon Ball Super saat melawan Beerus dan di film layar lebar Dragon Ball Z: Battle Of God, namun Jiren dengan mudahnya menepis serangan Goku hanya dengan satu jari saja. Setelah itu, Goku berubah lagi menjadi Super Saiya Blue, disini Jiren mulai berpindah dari tempat pijakannya namun Jiren dengan mudahnya mengalahkan Goku sekalipun Goku menggunakan Super Saiya Blue Kaio-ken 20 kali lipat. Tidak menyerah sampai disitu, Goku akhirnya mengeluarkan serangan pamungkasnya, yaitu Genki Dama. Goku mengumpulkan kekuatan dari beberapa rekannya di Alam Semesta 7 dan setelah terbentuk sempurna, Goku langsung menyerang Jiren dengan Genki Dama nya. Namun sekali lagi, Jiren berhasil menahan Genki Dama milik Goku hanya dengan tangan kirinya saja dan mendorongnya kembali ke Goku. Goku yang terdesak langsung mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mendorong balik Genki Dama nya ke arah Jiren. Namun Jiren berbalik melawan dengan menggunakan kedua tangannya untuk mendorong Genki Dama ke arah Goku. Goku yang hampir terkena Genki Dama nya sendiri tidak ingin menyerang dan berubah menjadi Super Saiya Blue Kaio-ken 20 kali lipat untuk menambah kekuatan dorongannya. Namun kekuatan Jiren jauh lebih kuat dibanding Goku yang sudah memakai perbuahan terkuatnya, Goku tidak sanggup lagi menahan Genki Dama nya hingga Genki Dama nya mengenai Goku dengan telak. Di situasi tersebut, Jiren dinyatakan menang dan tidak terkena pelanggaran karena Goku dinyatakan tewas terkena serangannya sendiri.


Di balik kecemasan para petarung Alam Semesta 7, Whis, dan Beerus yang melihat kondisi Goku yang sudah kalah, tiba-tiba seisi Dunia Kekosongan serasa bergetar. Para dewa tidak tahu apa yang membuat seisi Dunia Kekosongan bergetar, Jiren yang dikatakan memiliki kekuatan melebihi Dewa Penghancur juga tidak mengetahuinya. Beerus mengamati getaran tersebut dengan merasakan hawa dari getaran itu dan mengetahui bahwa getaran itu berasal dari Goku. Goku akhirnya muncul kembali dengan penampilan yang baru. Aura biru yang menyelimuti seluruh tubuhnya, hawa panas yang dikeluarkannya begitu kuat, warna rambut hitam yang dilapisi warna abu-abu, hingga pupil mata Goku yang berwarna abu-abu. Seisi Dunia Kekosongan melihat Goku dengan penampilan barunya pasca terkena Genki Dama nya sendiri, hingga Whis yang selama ini melatihnya kaget melihat perubahan Goku ini. Beerus mengatakan Goku melewati batas kekuatannya yang dia sebut Migatte no Gokui atau Insting Ultra. Ya, ini yang membuat kaget para Dewa Penghancur. Beerus mengatakan bahwa ada tingkatan kekuatan dimana para Dewa Penghancur sekalipun tidak bisa mendapatkan dengan mudah kekuatan ini dan Goku hanya membutuhkan waktu sebentar untuk memperoleh kekuatan ini.



(Sumber: instagram.com/dragonballinsider)



Masuk ke inti pembahasan, Migatte no Gokui yang disebut Beerus kekuatan istimewa dimana penggunanya memiliki kekuatan di atas rata-rata bahkan pergerakannya sulit untuk dilihat bahkan dirasakan. Seperti dijelaskan Beerus sebelumnya, kekuatan ini adalah impian hampir setiap para dewa karna mampu meningkatkan daya tempur dengan luar biasa. Goku yang sebelumnya tidak mampu menyaingi Jiren bisa menyerang Jiren dengan tenangnya bahkan sempat membuat Jiren kewalahan. Whis menjelaskan bahwa kekuatan yang Goku dapatkan ini disebabkan oleh benturan Genki Dama nya, entah kenapa Goku bisa mengubah Genki Dama nya menjadi sebuah perubahan baru yang diidam-idamkan para dewa ini. Pada episode-episode sebelumnya di penjelasan Dragon Ball Wikia (dragonball.wikia.com), insting ini pernah digunakan Whis saat melatih Goku dan Vegeta serta pada manga digambarkan Beerus juga menggunakan insting ini saat berduel dengan ke-11 Dewa Penghancur.



 (Whis saat menggunakan Migatte no Gokui. Sumber: dragonball.wikia.com)


(Beerus saat menggunakan Migatte no Gokui. Sumber: dragonball.wikia.com)


Melihat dari fisiknya, Goku mempunyai kekuatan yang meluap-luap hingga kecepatan Jiren mampu ia saingi yang sebelumnya ia sangat kewalahan menghadapinya. Saat Dyspo dan Toppo, rekan dari Jiren, menyerang Goku, Goku dengan tenang menghentikan mereka dengan tangkisan masing-masing tangannya, Dyspo ditahan dengan tangan kanan dan Toppo ditahan dengan tangan kirinya, dan melempar mereka berdua. Bahkan serangan andalan Toppo, Justice Flash, dihindari Goku hanya dengan berjalan kaki. Beberapa dewa menyebutkan bahwa Goku bukan makhluk sembarangan karena dia mampu memperoleh kekuatan setingkat dewa bahkan mampu melampauinya. Pada episode awal saat Goku melawan Beerus, Beerus pernah mengatakan bahwa ia belum melihat batas kekuatan dari Goku padahal saat ini Goku kalah telak oleh Beerus dan perkataan Beerus terbukti, hingga saat ini Goku masih belum mencapai batas puncak kekuatannya. Seperti pada perubahan-perubahan sebelumnya yang didapatkan Goku, ia belum bisa mengendalikan kekuatannya ini dan hanya bersifat sementara. Goku hanya beberapa menit menggunakan kekuatan ini walaupun mampu menyaingi Jiren dan sempat Jiren terkena tendangan dari Goku.

Walaupun kekuatan Migatte no Gokui sudah didapatkan, Goku masih kualahan untuk mengendalikannya, salah satunya Goku belum dapat menyerang balik secara penuh ketika menggunakan Migatte no Gokui dan hanya mengandalkan pertahanan. Saat melawan Kefla, gabungan anting Potara antara Caulifia dengan Kale, bangsa Saiya dari Alam Semesta 6, Goku kembali secara tidak sengaja membangkitkan Migatte no Gokui kembali. Perbedaan jauh kekuatan antara Goku dengan Kefla terlihat, namun sekali lagi Goku lebih banyak menghindar ketimbang menyerang, barulah di saat terakhir Goku memukul keluar dari arena Kefla dengan Kamehameha nya.


(Migatte no Gokui yang sempurna milik Goku. Sumber: instagram.com/dragonballinsider)


Pada episode 129 dimana Goku kembali berhadapan dengan Jiren menggunakan Migatte no Gokui untuk ketiga kalinya. Pada awalnya, Goku kembali masih sulit mengendalikan kekuatan ini namun seiring berjalannya pertarungannya dengan Jiren, Goku mulai mengendalikan Migatte no Gokui untuk melawan Jiren sedikit demi sedikit. Di akhir episode, Goku akhirnya dapat mencapai bentuk sempurna dari Migatte no Gokui dan Goku akhirnya dapat menyerang dengan baik Jiren

Itulah sedikit informasi tentang kekuatan baru Goku, kita tunggu saja kelanjutan dari serial Dragon Ball Super bagaimana Goku mengembangkan kekuatan barunya ini.


Sekian.


Wassalamu Alaikum wr. wb.