Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Call Me Fikar a.k.a Fickffy

Tuesday, 6 March 2018

Kapten Fiorentina, Davide Astori Tutup Usia

(Sumber: www.thesun.co.uk)


Berita duka datang dari dunia sepakbola, salah satu pemain klub Serie A Italia, Fiorentina, yang sekaligus kapten, Davide Astori, menghembuskan nafas terakhirnya pada salah satu kamar hotel tempat para pemain dan staf Fiorentina beristirahat di Udine, Italia, hari Minggu, 4 Maret 2018, kala Fiorientina akan menghadapi Udinese pada pekan ke-27 Serie A. Astori, sapaan Davide Astori, dikabarkan meninggal sekitaran pukul 9:30 pagi waktu setempat. Diduga pemain pemain kelahiran San Giovanni Bianco, Italia, 31 tahun yang lalu, diduga terkena serangan jantung. Juru bicara klub, Arturo Mastronardi, mengatakan sang kapten tidak kunjung bangun padahal waktu sudah menunjukkan pukul 9:30 pagi dan Astori merupakan pemain yang paling sering rajin bangun pagi. Dikutip dari The Sun, para pemain Fiorentina yang lain mengetuk pintu kamar sang kapten namun tidak kunjung dibuka, pada akhirnya para pemain Fiorentina mendobrak paksa pintu kamar Astori dan menemukan sang kapten sudah tidak bernyawa di tempat tidurnya. Kabar meninggalnya Astori yang secara tiba-tiba membuat banyak pemain di Serie A dan di klub-klub Eropa merasa terpukul. Atas peristiwa ini, pekan ke-27 Serie A terpaksa dibatalkan untuk sementara waktu untuk memberi penghormatan pada mendiang Astori dan akan dimulai pada tanggal 3 dan 4 April mendatang. Sebelum bermain di Fiorentina, mendiang Astori pernah membela AC Milan pada tahun 2006-2008 dan Cagliari pada tahun 2008-2016 yang pada akhirnya bermain untuk Fiorentina sejak tahun 2016 sampai ia menghembuskan nafas terakhirnya.


Sumber:

https://en.m.wikipedia.org/wiki/Davide_Astori

http://m.liputan6.com/bola/read/3343829/kronologi-meninggalnya-kapten-fiorentina-davide-astori.html

http://www.thesun.co.uk/sport/football/5721024/davide-astori-dead-at-31-fiorentina-captain-italy-defender/


Saturday, 25 November 2017

Indonesia Kalahkan Guyana di Laga Persahabatan

(Sumber: tribunnews.com)



Indonesia berhasil mengalahkan Guyana pada pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Sabtu (25/11) malam. Di awal babak pertama, Indonesia dan Guyana sama-sama memberikan tekanan satu sama lain, pada menit ke-9, Guyana berhasil memecah kebuntuan melalui sepakan Agard yang menjebol kiper Timnas Indonesia, Awan Seto, skor 1-0 untuk Guyana. Tertinggal 1-0 tidak menyulutkan semangat Indonesia untuk terus menyerang pertahanan Guyana. Pada menit ke-36, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan 12 pas Ilija Spasojevic sekaligus menjadi gol pertama Spasojevic untuk Indonesia, skor 1-1 untuk Indonesia hingga babak pertama usai.


Di babak kedua, kedua tim tidak mengendorkan serangan, namun keberuntungan berpihak pada Indonesia, kembali Spaojevic berhasil mencetak gol bagi Indonesia yang memanfaatkan bola muntah dari Osvaldo Haay, skor 2-1 untuk Indonesia. Akhir-akhir pertandingan, Indonesia beberapa kali mengancam pertahanan Guyana namun belum berhasil menambah keunggulan, skor tetap 2-1 untuk Indonesia hingga pertandingan usai.

Friday, 10 November 2017

Hari Pahlawan, Hanya Sebuah Seremonial Belaka ?

(Bung Tomo saat pidato di depan rakyat Surabaya. Sumber: wikipedia)


Kita telah memasuki bulan November, apa yang istimewa di bulan ini? Pada bulan November, tepatnya 10 November adalah waktu yang sangat bersejarah bagi masyarakat Indonesia. 10 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pahlawan. Mengapa demikian? Peristiwa apakah dibaliknya? Sedikit menengok ke masa lalu, pada tanggal 10 November 1945 merupakan hari pertama ketika rakyat indonesia memulai perang dengan tentara Inggris. 
Jadi, 10 November dijadikan untuk Hari Pahlawan untuk mengingatkan kita tentang perjuangan para pahlawan kita ketika merebut kembali NKRI dari agresi militer yang dilakukan Belanda dan Inggris.

Pada tanggal 10 November yangg bermula pada tanggal 27 Oktober 1945 ketika pertempuran antara arek-arek Surabaya melawan NICA (Nederlandsch Indiƫ Civil Administratie) dari Belanda. Awal peperangan ini dipicu oleh para tentara 6
Belanda yang dikomandani Mr. W.V. Ch. Ploegman yang mengibarkan bendera merah-putih-biru alias bendera Belanda di atas Hotel Yamato di Surabaya. Hal ini membuat masyarakat Surabaya geram atas tindakan yang dilakukan Belanda karena telah menghina kedaulatan NKRI. Atas tindakan Belanda yang membuat hina NKRI, para pemuda Surabaya bertindak tegas dan menyergap hotel Yamato dan memanjat atap hotel yang di atasnya berkibar bendera Belanda kemudian para pemuda Indonesia merobek warna biru sebagai bentuk perlawanan pada Belanda.



(Mobil yang ditumpangi Brigjen Mallaby yang dibakar oleh rakyat Surabaya. Sumber: wikipedia)


Pada tanggal 30 Oktober 1945 terjadi insiden pembakaran mobil yang ditumpang Brigadir Jendral A. W. S. Mallaby yang dilakukan para pejuang Surabaya saat hendak menyebarangi Jembatan Merah. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan pada para tentara Inggris untuk mengusir mereka dari Surabaya. Pengganti dari Brigadir Jendral A. W. S. Mallaby, Mayor Jendral Marsbergh, mengeluarkan ultimatum kepada Indonesia yang berisi semua bala tentara Indonesia harus menyerahkan diri ke pihak Inggris sebagai tanda angkat tangan atau kata lain menyerah pada Inggris dan diberi batas waktu sampai pukul 06:00 tanggal 10 November 1945. Namun, para tentara Indonesia menolak ultimatum tersebut karena Indonesia telah resmi diproklamirkan dan alat keamanan negara pada saat itu telah dibentuk dan masih bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Pagi tanggal 10 November 1945 tentara Inggris melancarkan serangan dan mendapat perlawanan dari para tentara Indonesia. Tokoh-tokoh yang telibat pada saat itu, antara lain Bung Tomo yang menjadi salah satu penggerak para rakyat Surabaya yang dibantu para kyai seperti KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah, serta para kyai lainnya yang mengarahkan para santri untuk melakukan perlawanan. Pertempuran antara tentara Inggris dengan rakyat Surabaya berlangsung selama kurang lebih 3 minggu. Sekitar 6,000-16,000 rakyat Surabaya yang gugur selama pertempuran itu dan juga sekitar 200,00,- rakyat sipil yang saat itu. Sementara itu, sekitar 600-2,000 tentara Inggris yang tewas. Sejak insiden itu, ditetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan.

Nah, sebagai mahasiswa apa idealnya yang harus kita lakukan ? Pahlawan masa kini bukan lagi sekedar melindungi negara dari negara penjajah. Saat ini, masyarakat Indonesia lebih membutuhkan seorang "Pahlawan" yang mau membela ketidakadilan dan ketertindasan yang dialami masyarakat. Mengingat bahwa ada begitu banyak kasus yang menimpa masyarakat Indonesia, seperti reklamasi hingga pada perampasan tanah milik warga dan lain sebagainya. Peran Mahasiswa sebagai kaum intelektual harusnya mampu menghentikan ketidakadilan yang terjadi. Namun yang terjadi malah sebaliknya.
Faktanya, kebanyakan mahasiswa saat ini hanya mementingkan diri dan karirnya tanpa memperdulikan bagaimana keadaan sekitarnya.
Mari kita renungkan !

Thursday, 2 November 2017

Indonesia Bantai Timor Leste di Kualifikasi Piala Asia U-19

(Sumber: goal.co.id)



Indonesia berhasil meraih kemenangan kedua dalam fase kualifilasi Piala Asia U-19 grup F di Stadion Paju, Korea Selatan, Kamis (2/11) siang, setelah mengalahkan Timor Leste dengan skor telak 5-0.


Di babak pertama, Timnas Indonesia tampil menekan dan beberapa kali mengancam gawang Timor Leste namun masih belum membuahkan hasil, skor 0-0 hingga babak pertama usai.


Di babak kedua, Indonesia tidak menurunkan tempo serangan, akhirnya pada menit ke-61 Indonesia berhasil memecah kebuntuan lewat sepakan keras luar kotak pinalti Saddil Ramdani yang memanfaatkan umpan M. Luthfi, skor 1-0 untuk Indonesia. Indonesia kembali menambah keunggulan 8 menit kemudian atau lebih tepatnya pada menit ke-69 lewat sepakan Hanis Saghara, skor 2-0. Pada 10 menit akhir sebelum pertandingan usai, Egy Maulan Vikri mencetak hattrick dengan masing-masing gol pada menit ke-83, 86, dan 90.


Dengan hasil ini, Indonesia kokoh di puncak klasemen grup F dengan poin 6 yang sebelumnya mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor yang sama. Pada pertandingan selanjutnya, Indonesia akan menghadapi lawan berat, Korea Selatan, pada Sabtu (4/11) siang nanti di Stadion Paju, Korea Selatan.

Thursday, 19 October 2017

Penerapan Six Sigma dalam Industri Jasa

Dunia industri yang semakin pesat berubah, telah memunculkan konsekuensi secara langsung pada peningkatan persaingan antar perusahaan. Sementara masyarakat konsumen mulai beralih menjadi masyarakat yang semakin kritis sehingga menimbulkan semakin tingginya tuntutan untuk mendapatkan produk atau jasa yang berkualitas.

Schnaars (1991) menyatakan bahwa pada dasarnya tujuan dari sebuah bisnis adalah menciptakan para pelanggan yang puas. Komitmen akan kualitas jasa yang berorientasi pada pelanggan merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang keberhasilan suatu bisnis, terutama pada industri jasa. Hal ini disebabkan kualitas jasa sangat tergantung dari siapa dan bagaimana jasa tersebut diberikan. Karena keberhasikan dari suatu industri jasa sangat tergantung dari penilaian konsumen, maka merupakan hal yang sangat penting untuk memperhatikan kepuasan dari konsumen.


Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah Six Sigma. Six Sigma adalah suatu alat manajemen yang terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perushaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya. Six sigma juga disebut sistem komprehensif (maksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat untuk mencapai dan mendukung efektivitas bisnis). Six sigma disebut sebagai strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.


Carl Frederick Gauss (1777-1885) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewart pada tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalan sebuah proses.



Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola's Goverment Electronics Group (GEC) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tersebut, GEC mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis, produk didesain dan diproduksi elbih cepat dengan biaya yang lebih murah. Metode tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul "The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola", Dr. Mike Harri kemudian dibantu oleh Richard Shroeder, mantan eksekutif Motorola, menyusun suatu konsep perubahan manajemen (change management) yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yang sederhana dan kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis yang dikenal dengan nama Six Sigma.


Banyak usaha telah dirumuskan para pakar manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar dapat didesain, dikendalikan, dan dikelola sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual, Lean Six Sigma dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa karena yang ditekankan dalam penerapan Lean Six Sigma adalah perbaikan sistem kualitas melalui menghilangkan setiap pemborosan (waste) yang ada dalam proses agar meningkatkan nilai tambah dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Dengan demikian, yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari desain dan perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan pengembangan sistem kualitas.





Sumber:
http://immajfeuh.org/implementation-of-six-sigma-in-service-industry/